EKSTRAKULIKULER
MAN 3 Kediri sangat terkenal dengan kegiatan ekstrakurikuler, ekstrakurikuler di MAN 3 Kediri adalah organisasi di bawah naungan OSIS MAN 3 Kediri. Berikut adalah organisasi ekstrakurikukler yang ada di MAN 3 Kediri:
1. Studi Kerohanian Islam
2. Kopsis At-Taqwa
3. Tempat Penddikan Al Quran
4. PKS
5. PMR
6. Drum Band
7. Karate
8. Olah Raga
9. Seni Baca Qur’an
10. Teater Gaman
11. KIR An-Nahl
12. Jurnalistik
13. Kesenian
14. Pecinta Alam
15. Pramuka
16. PASSERKA
1. Studi Kerohanian Islam
2. Kopsis At-Taqwa
3. Tempat Penddikan Al Quran
4. PKS
5. PMR
6. Drum Band
7. Karate
8. Olah Raga
9. Seni Baca Qur’an
10. Teater Gaman
11. KIR An-Nahl
12. Jurnalistik
13. Kesenian
14. Pecinta Alam
15. Pramuka
16. PASSERKA
KIR An-Nahl[sunting | sunting sumber]
KIR An-Nahl adalah sebuah organisasi Kelompok Ilmiah Remaja yang didirikan oleh Ahmad Jaelani, M.Sc sebagai wadah para peneliti muda di MAN 3 Kediri. An-Nahl dalam bahasa Arab berarti lebah, dalam pengertian sesungguhnya lebah banyak bermanfaat bagi makhluk hidup khususnya manusia. Jadi organisasi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia penelitian ilmiah remaja yang saat ini sedang dalam pencarian karya-karya terbaiknya. KIR An-Nahl terbagi menjadi dua bidang penelitian, yaitu bidang penelitian IPA dan bidang penelitian IPS. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing.
Berbagai fasilitas telah didapatkan di organisasi yang mempunyai sejuta ilmu ini. Misalnya, ruang Sekretariat KIR, alat penunjang penelitian, laboratorium IPA (Kimia, Fisika, Biologi), dan berbagai fasilitas lainnya.
Setiap tahunnya KIR An-Nahl dapat mencetak generasi berprestasi. Tak salah, bila organisasi berprestasi ini selalu diunggulkan di MAN 3 Kediri.
KIR An-Nahl memiliki segudang prestasi. Karya-karyanya pernah masuk di jajaran tingkat regional, nasional, bahkan tingkat internasional, sehingga mampu membuat dunia penelitian tertuju pada KIR An-Nahl.
Prestasi KIR An-Nahl paling bergengsi diperoleh pada tahun 2006 oleh M. Sofi Firmansyah dan pada tahun 2008 oleh Mayda Dyan Star Wicaksono bimbingan Ahmad Jaelani, M.Sc yang pernah mewakili Indonesia di kancah internasional.
Berbagai fasilitas telah didapatkan di organisasi yang mempunyai sejuta ilmu ini. Misalnya, ruang Sekretariat KIR, alat penunjang penelitian, laboratorium IPA (Kimia, Fisika, Biologi), dan berbagai fasilitas lainnya.
Setiap tahunnya KIR An-Nahl dapat mencetak generasi berprestasi. Tak salah, bila organisasi berprestasi ini selalu diunggulkan di MAN 3 Kediri.
KIR An-Nahl memiliki segudang prestasi. Karya-karyanya pernah masuk di jajaran tingkat regional, nasional, bahkan tingkat internasional, sehingga mampu membuat dunia penelitian tertuju pada KIR An-Nahl.
Prestasi KIR An-Nahl paling bergengsi diperoleh pada tahun 2006 oleh M. Sofi Firmansyah dan pada tahun 2008 oleh Mayda Dyan Star Wicaksono bimbingan Ahmad Jaelani, M.Sc yang pernah mewakili Indonesia di kancah internasional.
Patroli Keamanan Sekolah (PKS)[sunting | sunting sumber]
Patroli Keamanan Sekolah (PKS) berperan dalam menjaga keamanan, ketertiban dan keteraturan di MAN 3 Kediri, tidak hanya dalam even-even tertentu tapi juga setiap harinya. Banyak sekali kegiatan yang diadakan oleh PKS, diantaranya seminar lantas beberapa diklat yang bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, ada beberapa tahapan yang harus ditempuh oleh para pemula, diantaranya penempuhan bedge dan penempuhan provos. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah kecakapan, kerapian dan kedisiplinan para anggota, tidak hanya dalam ekstrakurikuler tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Drum Band[sunting | sunting sumber]
Drum Band MAN 3 Kediri bertujuan untuk mensyiarkan agama. Pada tahun 1986, ekstrakurikuler ini dibina oleh Slamet Ariyadi. Drum Ban pun berangsur-angsur membaik dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berkembang. Ekstrakurikuler ini juga sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat, seperti bermain pada Pekan Budaya Kediri 2007 dan upacara hari Pramuka di Gunung Klothok. Selain itu, ektrakurikuler ini juga berpartisipasi dalam pembukaan kegiatan UKS di Aula Muktamar Lirboyo, upacara HAB Kementerian Agama Indonesia, dan lomba Gubernur Cup.
Karate[sunting | sunting sumber]
Menjaga diri tentunya hal yang tidak kalah pentingnya bagi siswa. Cara menjaga diri itu pun tidak sembarangan. Ada teknik khusus yang harus diketahui, agar tidak salah langkah nantinya. Ekstrakurikuler Karate MAN 3 Kediri bisa dijadikan alternatif sebagai dasar untuk mengetahui teknik-teknik tersebut. Banyak hal yang bisa dipelajari dari ekstrakurikuler ini.
Selain itu, Karate MAN 3 Kediri juga pernah mengikuti kejuaraan tingkat regional dan nasional. Misalnya kejuaraan Do Kyuku Sinkai dan kejuaraan lain di dalam maupun di luar Jawa. Ada beberapa tingkatan sabuk yang harus ditempuh di Karate MAN 3 Kediri.
Selain itu, Karate MAN 3 Kediri juga pernah mengikuti kejuaraan tingkat regional dan nasional. Misalnya kejuaraan Do Kyuku Sinkai dan kejuaraan lain di dalam maupun di luar Jawa. Ada beberapa tingkatan sabuk yang harus ditempuh di Karate MAN 3 Kediri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar